Ringkasan: Pameran World Press Photo 2026 di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta, bisa dikunjungi gratis sampai 24 Oktober 2026. Pameran ini menampilkan 42 karya pemenang kontes ke-69 dan menjadi satu-satunya persinggahan di Asia Tenggara tahun ini, menurut kurator World Press Photo. Jam buka hanya Selasa sampai Sabtu, pukul 10.00-16.00.
Kalau kamu mau melihat foto jurnalistik terbaik dunia tanpa terbang ke Amsterdam, kesempatannya tinggal beberapa pekan. Pameran World Press Photo 2026 sedang berlangsung di Jakarta dan tiketnya gratis. Artikel ini merangkum jadwal, lokasi, isi pameran, dan cara memaksimalkan kunjunganmu.
Apa itu Pameran World Press Photo 2026 di Jakarta?

Pameran World Press Photo 2026 di Jakarta adalah pameran keliling yang menampilkan 42 karya pemenang Kontes World Press Photo ke-69. Lokasinya di Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, dan pengunjung tidak dipungut biaya.
Pameran dibuka pada Jumat, 25 September 2026, dan berlangsung hingga 24 Oktober 2026, menurut pemberitaan ANTARA. Kalender resmi World Press Photo mencatat periode 26 September sampai 24 Oktober 2026. Perbedaan satu hari itu kemungkinan karena acara pembukaan digelar sehari sebelum pameran terbuka untuk umum.
Informasi Praktis: Jadwal, Lokasi, dan Tiket

Data di bawah mengacu pada halaman resmi pameran di situs World Press Photo, kecuali disebutkan lain.
| Info | Detail |
| Nama acara | World Press Photo Exhibition 2026 |
| Lokasi | Erasmus Huis, Jl. H.R. Rasuna Said kav. S-3, Kuningan, Jakarta 12950 |
| Periode | 26 September – 24 Oktober 2026 (pembukaan resmi 25 September) |
| Jam kunjungan | Selasa-Sabtu, 10.00-16.00 |
| Tiket | Gratis |
| Telepon | 021 5248200 |
Karena jam buka hanya sampai pukul 16.00 dan Minggu-Senin tutup, rencanakan kunjungan di hari kerja atau Sabtu. Tanggal 24 Oktober 2026 jatuh pada hari Sabtu, jadi hari terakhir pameran masih berada di dalam jadwal buka.
Mengapa Pameran Ini Penting untuk Jakarta?

Jakarta adalah satu-satunya lokasi di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah World Press Photo tahun ini. Pernyataan itu datang dari Manajer Pameran sekaligus Kurator World Press Photo, Mariana Rettore Baptista, saat pembukaan, seperti dilaporkan ANTARA. Ia menyebutnya sebuah keistimewaan.
Ada tiga alasan lain yang membuat pameran ini layak dikunjungi:
- Edisi ke-28 di Jakarta. Menurut ANTARA, ini kerja sama jangka panjang World Press Photo Foundation, Erasmus Huis, dan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia.
- Isu kebebasan pers. Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyebut kebebasan pers sebagai salah satu prioritas utama Belanda di bidang hak asasi manusia.
- Akses langsung ke karya aslinya. Foto jurnalistik yang biasanya kamu lihat di layar ponsel dipajang sebagai cetakan di ruang pamer.
World Press Photo sendiri didirikan di Belanda pada 1955, menurut Viralterkini. Di Indonesia, kontes ini juga punya jejak lokal. Karya fotografer Indonesia Ari Basuki meraih penghargaan pada kontes 2024, menurut ANTARA. Pada kontes 2025, Mas Agung Wilis Yudha Baskoro menang kategori singles untuk kawasan Asia-Pasifik dan Oseania lewat fotonya tentang dampak tambang nikel di Pulau Halmahera, menurut program Erasmus Huis.
Angka di Balik Kontes ke-69

Pemenang dipilih dari seleksi yang sangat ketat. Berikut datanya menurut World Press Photo.
| Metrik | Nilai |
| Foto yang masuk | 57.376 |
| Jumlah fotografer peserta | 3.747 |
| Negara asal peserta | 141 |
| Juri independen | 31 profesional |
| Karya pemenang di pameran | 42 |
Struktur penghargaannya juga jelas. Setiap dari enam kawasan punya tiga pemenang kategori Singles, tiga pemenang kategori Stories, dan satu pemenang Long-Term Project. Itu berarti 7 pemenang per kawasan dan 42 pemenang secara total.
Ada dua fakta lain yang relevan untuk dunia fotografi hari ini. Pertama, 31 dari 42 pemenang adalah fotografer lokal dari kawasan yang mereka potret, menurut DIYPhotography. Kedua, World Press Photo tetap melarang gambar hasil AI. Di era ketika generative AI makin ramai dibahas, pameran ini menjadi pengingat bahwa foto jurnalistik bertumpu pada kejadian nyata.
Pemenang World Press Photo of the Year 2026 adalah “Separated by ICE” karya Carol Guzy, yang diumumkan di De Nieuwe Kerk, Amsterdam, pada 23 April 2026, menurut NL Times. Fotonya merekam keluarga migran yang dipisahkan setelah penangkapan oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat.
Tema Apa yang Dipamerkan?

Karya-karya di pameran merekam konflik, krisis, perlawanan, ketahanan hidup, dan tradisi yang jarang mendapat sorotan, menurut IDN Times. Beberapa isu yang disebut dalam pemberitaan:
- Perubahan kebijakan imigrasi Amerika Serikat di awal periode kedua pemerintahan Presiden Donald Trump.
- Dampak pemangkasan bantuan luar negeri AS terhadap perempuan di Afghanistan dan wilayah lain.
- Krisis kemanusiaan di Gaza dan konflik di Ukraina.
- Aksi protes di Argentina, Madagaskar, dan Nepal, serta kekerasan polisi di Rio de Janeiro, menurut ANTARA.
- Dampak krisis iklim di Filipina, Kepulauan Pasifik, dan sejumlah wilayah lain.
Dari kawasan Asia-Pasifik dan Oseania, daftar pemenang mencakup “Wedding in the Flood” karya Aaron Favila (Associated Press) di kategori Stories, dan “A Desperate Plea” karya Tyrone Siu (Reuters) di kategori Singles, menurut 121Clicks.
Sebagian foto bertema konflik dan kekerasan. Pertimbangkan hal ini kalau kamu mengajak anak-anak.
Cara Berkunjung ke Pameran, Langkah demi Langkah

- Cek jadwal terbaru. Buka halaman pameran di situs World Press Photo atau hubungi Erasmus Huis di 021 5248200.
- Pilih hari Selasa sampai Sabtu. Pameran tutup di hari Minggu dan Senin.
- Datang sebelum pukul 16.00. Beri waktu minimal satu jam agar tidak terburu-buru.
- Tuju Erasmus Huis di Jl. H.R. Rasuna Said kav. S-3, Kuningan. Gedungnya berada di kompleks Kedutaan Besar Belanda.
- Masuk tanpa tiket. Tidak ada biaya masuk.
- Baca keterangan tiap foto. Caption berisi konteks yang membuat foto lebih bermakna.
Kalau waktumu longgar, Erasmus Huis punya perpustakaan dengan lebih dari 15.000 buku dan majalah, serta Warung Belanda yang menyajikan minuman ringan dan kopi, menurut Now! Jakarta.
Cara Menikmati Foto Jurnalistik agar Tidak Sekadar Lewat
Beberapa kebiasaan sederhana membantu kunjunganmu terasa lebih dalam. Ini saran editorial, bukan data dari penyelenggara.
- Pilih lima sampai tujuh foto untuk dilihat lama. Lebih baik mendalami sedikit foto daripada melihat semuanya sekilas.
- Perhatikan komposisi dan momen. Apa yang masuk bingkai, apa yang di luar bingkai, dan kenapa fotografer menekan rana pada detik itu.
- Baca nama fotografer dan medianya. Banyak karya dibuat untuk kantor berita atau media besar, dan konteks itu memengaruhi cara bercerita.
- Catat satu cerita yang paling membekas. Kebiasaan ini membantu kamu mengingat pesannya, bukan hanya tampilannya.
Kalau kamu fotografer, pameran ini juga bahan belajar yang bagus. Fokusnya ada pada cerita, etika, dan kejujuran visual, bukan pada efek editan.
Baca Juga Desain dengan AI: Cara Membuat Desain Keren Lebih Cepat, Praktis, dan Kreatif
FAQ: Pameran World Press Photo 2026 di Jakarta
Apa itu pameran World Press Photo 2026?
Pameran keliling yang menampilkan 42 karya pemenang Kontes World Press Photo ke-69. Karya dipilih dari 57.376 foto oleh 3.747 fotografer dari 141 negara. Di Jakarta, pameran digelar di Erasmus Huis dan terbuka gratis hingga 24 Oktober 2026.
Di mana lokasi pameran World Press Photo 2026 di Jakarta?
Di Erasmus Huis, Jl. H.R. Rasuna Said kav. S-3, Kuningan, Jakarta 12950. Gedung ini adalah pusat kebudayaan Belanda di Jakarta.
Apakah pameran World Press Photo 2026 gratis?
Ya. Halaman resmi World Press Photo mencantumkan tiket gratis, dan pemberitaan menyebut pameran terbuka untuk umum tanpa biaya.
Jam berapa pameran World Press Photo 2026 buka?
Selasa sampai Sabtu pukul 10.00-16.00, menurut halaman resmi World Press Photo. Konfirmasi ke Erasmus Huis sebelum berkunjung karena jadwal bisa berubah.
Sampai kapan pameran World Press Photo 2026 di Jakarta?
Sampai 24 Oktober 2026.
Sumber utama: halaman resmi World Press Photo Exhibition 2026 Jakarta (worldpressphoto.org/calendar/2026/jakarta-indonesia); ANTARA News (antaranews.com/berita/5759089/pameran-foto-pers-dunia-2026-soroti-kondisi-global-kebebasan-pers); IDN Times; NL Times; DIYPhotography; Now! Jakarta.